Konsultasi Kesehatan Online

Nggak harus pacaran sama dokter biar bisa konsultasi kesehatan gratis setiap saat! Soalnya nih, sekarang kamu dapat berkonsultasi kesehatan dengan dokter secara online. Yap, konsultasi online ternyata dirasa cukup efektif buat menjawab keluhan netizen. Menurut mereka, saran yang diberikan cukup bermanfaat. Konsultasi seperti apa?

Kenapa ya aku gampang banget pusing? Apa karena aku hobi main komputer ya?

Halo, sebaiknya kamu sering melakukan olahraga yang membuat otak fresh, seperti jogging atau bersepeda agar pusingmu berkurang. Meski nggak pernah lihat langsung keadaan ‘pasien online’, tapi si dokter bisa ngerti bahwa ‘pasien’ kurang fit. Tapi, karena nggak punya banyak waktu buat datang ke klinik atau rumah sakit, ‘pasien’ memilih berkonsultasi dengan dokter online via website. Situs dengan jasa live chat tersebut cukup responsif.

Nggak lama, ‘pasien’ mendapat balasan mungkin dirinya harus cek darah. Pasien kemudian tanya lagi, apa karena sering lihat monitor. Akhirnya, dokter jawab bahwa dia harus sering stretching agar otak rileks. Yep, pasien pun mengikuti saran si dokter dengan bersepeda 30 menit dan mengurangi frekuensi main game. Wah, ternyata manjur juga saran si dokter online tersebut.

Kenapa ya mukaku gampang berjerawat dan hilangnya lama banget?

Halo, sebaiknya kamu hindari makanan berminyak untuk sementara waktu. ND (sebut saja begitu), sempat menyerah sama jerawat di wajahnya. Berbagai perawatan sudah dicoba, mulai rutin cuci muka sampai nyobain perawatan herbal. Jujur, ND agak takut kalau perawatan ke dokter kulit. Takut disuntik, hehehehehehe. Untungnya, temennya ngasih tahu bahwa sekarang ada layanan konsultasi online. ND pun curhat tentang masalah jerawatnya yang nggak cepat sembuh. Setelah menunggu 10 menit, pertanyaan ND langsung dijawab. Dokter bilang bahwa aku nggak boleh makan makanan yang berminyak. ND langsung menuruti saran si dokter online. ND coba terapkan dan ternyata berhasil!

Kenapa ya aku suka susah fokus? Apa itu gejala attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)?

Halo, memang itulah salah satu gejala ADHD. Kalau sudah dirasa cukup parah, sebaiknya diperiksakan ke dokter dan ikut terapi kognitif. Wah, kalau penyakitnya cukup mendesak, ternyata si dokter nyaranin buat konsultasi langsung. RA (sebut begitu yaa) pernah mencari solusi di internet. Karena rasa ingin tahu yang besar, RA langsung membuka website konsultasi kesehatan dan curhat di kolom pertanyaan. Dalam waktu kurang dari dua hari, RA sudah mendapat jawaban dari sang dokter. Dokter itu awalnya ngejelasin tentang ADHD dan gejalanya. Tapi, dokter itu menyarankan untuk ikut terapi kognitif doang. Karena penjelasan yang cukup jelas dan berkat saran dokter, RA memberanikan diri untuk periksa ke dokter. Benar aja, dia disarankan hal yang sama dari dokter di sebuah rumah sakit.

***

Nah, itu tadi beberapa contoh pengalaman netizen waktu mereka konsultasi online. Sekarang, walaupun nggak bertatap muka, kita nggak lantas bisa menuntut lebih seperti saat berkonsultasi dengan dokter sungguhan loh. Nah, supaya acara konsultasi sama-sama nyaman, ada beberapa tiips nih dari ahlinya langsung. Yuk disimak!

Baca Artikel Kesehatan

Platform konsultasi kesehatan online selalu punya artikel kesehatan. Artikel tersebut bukan hanya rangkuman informasi, tapi juga pendapat beberapa dokter ahli. Karena itu, tidak ada salahnya jika kamu membacanya sebelum bertanya. Bisa jadi kamu menemukan jawaban atas masalahmu disitu. Yuk, biasakan baca sebelum tanya!

Jelaskan Detail Penyakitnya

Sejak awal konsultasi, langsung saja jelaskan keluhan secara detail. Jadi, saat baca, sang dokter langsung dapat menjawab keluhanmu secara umum tanpa menunggumu merespons balik. Sebab, pernah ada konsultasi yang terputus di tengah-tengah karena koneksi internet pengguna kurang baik. Tapi, kamu tidak perlu terburu-buru lantaran konsultasi kesehatan online tidak terbatas waktu.

Jangan Memaksa Minta Resep

Tidak semua dokter yang tergabung dalam konsultasi kesehatan online dapat memberikan resep. Umumnya, dokter hanya bisa memberikan saran kepada pasien untuk melakukan tindakan utama. Jika pasien berkonsultasi lewat live chat, tindakan pemberian resep boleh dilakukan. Tapi, pasien tetap harus berkonsultasi dulu, tidak langsung menodong resep. Sebab, hal itu bisa melanggar kode etik dokter.

Jangan Membocorkan Terlalu Banyak Informasi Pribadi

Meski live chat dan privat, tidak ada jaminan kalau semua isi konsultasi tidak terbaca oleh pihak yang tidak diinginkan. Karena itu, jangan terlalu membocorkan informasi pribadi. Beberapa dokter mungkin bakal meminta izin mem-publish hasil diskusi kalian sehingga dapat dilihat sesama member konsultasi sebagai sumber untuk beberapa penyakit tertentu.

[su_spoiler title=”Narasumber:”]Dr. Jacques Duran, medical director/international health consultant dari layanan kesehatan doktergratis.org[/su_spoiler]

Konsultasi Kesehatan Online | Konsultasi Jerawat | 4.7