Review Film “Arrival” (2016)

Faktor jalan cerita dan sutradara adalah alasan utama Brbagi tertarik nonton Arrival. Rating IMDb 8.3, RottenTomatoes 94%.

Sinopsis & Trailer “Arrival”

Ketika bahasa sebagai penyelamat dunia — Doktor Louise Banks (Amy Adams), seorang ahli linguistik, dan Ian Donnelly (Jeremy Renner), seorang doktor bidang Fisika, direkrut oleh tentara satuan militer khusus US di bawah supervisi Colonel Weber (Forest Whitaker) untuk menjadi tim ahli dalam investigasi insiden mendaratnya 12 Objek Angkasa Asing di berbagai penjuru bumi. Kemampuan Louise memahami bahasa menjadi poin penting untuk menentukan kebijakan militer selanjutnya karena terdapat kemungkinan para mahluk asing di dalam “UFO” tersebut memahami aktivitas komunikasi.

Arrival (US, 2016)
By Denis Villeneuve
Amy Adams, Jeremy Renner, Forest Whitaker
Sci-fi

Review “Arrival”

Arrival bukanlah jenis film Alien vs Manusia (apalagi vs predator) yang meramu adegan perang futuristik, brutalisme alien pembunuh, dan jagoan yang selalu survive dari segala macam potensi kiamat. Arrival menempatkan diri sebagai film Sci-fi yang berusaha keras mengeksplorasi serunya proses berpikir, mengungkap teka-teki. Kepingan misteri dibuka perlahan dan rapi. Unsur fiksi dikawinkan apik dengan materi sains yang kredibel. Salah satu jenis film alien baru yang mindblowing.

Penampilan Amy Adams sangat memukau membawakan background profesional di bidang linguistik, tak heran jika Golden Globes 2017 memasukan namanya untuk kategori Best Actress. Tata artistik dan sinematografi mewah film ini membuat penonton menikmati setiap detik proses discovery yang ada. Tidak terburu-buru namun seru, itulah Arrival. Yaa tapi di beberapa scene saya merasa pace terlalu lambat hehe. Selain itu, entah saya yang alay atau gimana, tapi ngerasa chemistry Adams dan Renner kurang jos.

Unsur drama dengan plot twist yang ada juga digarap solid. Penonton diajak berpikir secara komprehensif atas hal masuk akal macam apa yang akan terjadi saat Bumi kedatangan mahluk asing. Hal itu diceritakan tanpa mengabaikan sajian kekayaan fiksi-fantasi yang bersifat menghibur untuk dinikmati. Tapi ya gak semua penonton menikmati sih. Ada yang sibuk main hape, ngobrol, gak mudeng (karena males mikir paling), dan diskusi hal-hal obvious. Terus pas keluar saya ga sengaja denger kalo ada yang nyesel nonton Arrival, gak seru katanya cuma ngobrol doang dan gak ada perangnya. Astaga. Setidaknya kalau gitu baca sinopsisnya dulu lah… Ato trailernya waduuuu

Saya belajar banyak dari film ini. Terkadang manusia-lah yang memiliki potensi destruktif untuk alam semesta ketimbang invasi alien. Hingga Januari 2017 ini, manusia sejatinya tidak butuh alien untuk saling meluncurkan misil dan membantai sesama 🙁 (/MM x Brbagi)

Review Film “Arrival” (2016) | maria teguh | 4.7