Review Film The Professionals (2016)

Seperti biasa, trailer dan sinopsis dari filmnya dulu ya, jadi biar lebih meresapi Brbagi sedang ngomongin apa nanti hehe.

Sinopsis Film The Professionals (2016)

Hidup Abi (Fachri Albar) berantakan karena dikhianati oleh rekan bisnisnya, Reza (Arifin Putra). Sebelumnya Abi, Reza, dan Nicole (Imelda Therinne) memiliki perusahaan bersama yang diberi nama Trimitra. Reza menjalankan perusahaan Trimitra menjadi jauh lebih besar dengan cara mencaplok bisnis yang lebih kecil secara tidak wajar. Reza juga membangun kantor baru yang memiliki tingkat keamanan tinggi. Sementara Abi hampir tidak memiliki apa-apa, kecuali satu hal yang menjadi ciri khasnya: Pemikiran.

Sekeluarnya dari penjara, Abi mengumpulkan korban-korban Reza yang lain yaitu Cokro (Lukman Sardi) sang ahli mekanika analog; Jo (Richard Kyle) penantang maut; Ferry (Cornelio Sunny) ahli digital; dan Sophie (Melayu Nicole) the action lady untuk menuntut balas. Bekerjasama dengan rekan – rekan barunya, Abi berusaha mengambil kelemahan Reza yaitu sebuah dongle yang menjadi akses ke seluruh rahasia Reza. Dengan dongle itu, mereka bisa membongkar kebusukan Reza, membuatnya ditangkap aparat, dan mengambil alih semua asetnya sebelum rapat para pemegang saham. Namun, tidak ada seorang pun yang tahu letak dan bentuk dongle itu.

Di sisi lain, Reza sudah merasakan Abi dan rekan-rekannya berusaha mencuri dongle miliknya. Ia menyuruh tim keamanan kantornya untuk meningkatkan sistem keamanan. Usaha Abi dan rekan-rekannya selalu mengalami jalan buntu. Mereka tidak menyerah dan terus berusaha hingga akhirnya mendapat petunjuk tentang dongle itu. Mereka melakukan usaha pamungkas, sebuah usaha yang sangat beresiko, yang dapat membahayakan nyawa mereka.

Sumber: FilmTheProfessionals.com

Trailer Film The Professionals (2016)

Untuk ukuran film Indonesia, trailer-nya bagus. Kan biasanya trailer film Indonesia itu kurang jelas dan tidak membuat calon penonton netral agar tertarik menonton.

Review Film The Professionals (2016)

Dibanding film Hangout yang rilis pada hari yang sama, film ini underrated. Yaa walaupun Brbagi sendiri gak nonton Hangout, sudah kelihatan sih dari jumlah penontonnya. Penonton Hangout berkali lipat lebih membeludak, terlebih lagi ini lagi liburan sekolah.

Skip komparasinya dengan Hangout… (karena orang punya selera masing-masing)

Hmm harus dibahas darimana dulu ya.

Dari cast dulu deh. Deretan cast-nya adalah faktor utama saya nonton. Lebih tepatnya karena Arifin Putra yang sudah saya kagumi sejak 2008 (Rumah Dara). Juga ada Imelda yang comeback lagi. Juga Richard Kyle yang manis itu. Cast yang lainnya, walaupun tidak saya sebut secara khusus disini, tapi tetap meninggalkan kesan kok.

Bahkan yang berperan sebagai Toha (kepala sekuriti) saja ganteng lho.

Itulah mengapa saya mengajak satu rekan Brbagi lain, agar lebih objektif postingan ini wkwk

Lanjut ke sinematografi dan musik. Background musik sih instrumental semua, rock n roll gitulah. Untuk meningkatkan adrenalin, soalnya film action (?). Eh iya, ada musik klasik juga ding, karena Cokro yang OCD itu suka mendengarkan musik klasik, terhanyut di dalamnya sambil bekerja.

Sinematografi, kalau menurut Brbagi sih bagus. Ada scene slow motion saat fighting. Menghayati gitu deh kameramennya, sesuai dengan suasana. Kalau lagi kejar-kejaran ya menghayati, kalau lagi tenang ya tenang.

Ada sedikit……… anu. Pas scene Abi konfrontasi sama Reza di ruangannya dan minum wine bareng, kan waktu itu Abi sudah diusir tuh sama Reza. Pas itu wine nya masih nyisa sedikit kan. Terus sama Abi ditenggak habis sambil melangkah menjauh dari meja, mau mungut lighter. Nah waktu meja (dan Reza) di-shoot lagi, si gelas wine kok ada isinya lagi… wkwk

Terlepas dari hal kecil tersebut, film ini melebihi ekspektasi Brbagi. Awalnya Brbagi sengaja tidak berekspektasi tinggi-tinggi karena sebagian cast-nya bukan cast spesialis film laga atau action, terlebih kalau harus membandingkannya dengan Headshot atau film laga Indonesia lainnya. Tapi siapa sangka sih, Richard Kyle yang kayaknya pembawaannya kalem itu bisa jadi ‘tukang gebuk’ yang keren dan beringas?

Atau Cornelio Sunny yang wajahnya sangar bin garang, tapi berakting menjadi Ferry -yang sepertinya tokoh terlucu di film serius ini wkwk-

Eits walaupun serius, tapi tetap ada bumbu lawak juga. Daaaan menurut Brbagi bumbu tersebut lebih lucu dan ngena sih, kenapa ya? Apa karena tidak dilontarkan oleh stand-up-comedian-yang-main-film-melainkan-yang-benar-benar-aktor? #eh


Hal baik lagi dari film ini adalah betapa dekatnya set film keseluruhan dengan kehidupan sehari-hari di Indonesia. Maksudnya?

Jadi, set perusahaan ya sudah seperti itu. Kelakuan satpam-satpamnya juga, contohnya kayak kalau ada cewek sedikit langsung lengah dan cenderung gampang ninggalin pos. Polisinya juga. Anak IT dan hacker-nya juga begitu, kehidupan jadi kalong sampai sakit keesokan paginya tapi harus tetep ngerjain kerjaan… dan cenderung jorok, dan hobi makan mie instan. Gajian lewat transfer juga Indonesia banget, yang lihat di buku tabungan lah, M-banking lewat SMS lah, wkwk.

Relatable banget lah.

Soal plothole, bakal menganga lebar kalau tidak ada karakter Sophie. Seperti dijelaskan di web resminya, Sophie berperan sebagai action lady, yang menjembatani para profesional yang membalas dendam. Dia tidak ada sangkut paut dengan Reza secara langsung. Benang merah dari film ini lah.


Nonton ini tuh ibarat nonton film Hollywood bertemakan balas dendam dengan bumbu action, hanya saja kearifan lokal Indonesia-nya terasa.

Mungkin, detail-detail kecil yang ada di film ini namun disepelekan di film-film Indonesia lain (sehingga berpotensi meninggalkan plothole) membuatnya spesial.

Buruan deh download The Professionals.

Di

bioskop

terdekat 😛

Kali aja dapet merchandise eksklusif lho dari The Professionals. Worth every penny!!!


Update

Setelah iseng lihat komen-komen di Instagram official film ini, ada yang bilang ini film gagal lah, film jelek, film gak seru karena gak ada adegan begituannya (review macam apa ini???), sampai mencaci reviewer lain yang bilang film ini bagus, katanya “kalau lo bilang film ini bagus berarti wawasan film lo sedikit alias cetek”. Ada juga yang bilang plagiat (mirip The Italian Job atau film action korea apa gitu saya lupa).

Kalau produk negeri sendiri selalu dicaci maksimal. Iya, memang film ini gak sempurna, pendapat orang beda-beda juga. Walau begitu, kesan Brbagi untuk film ini positif.

Saya update beginian soalnya sedikit tersinggung dengan komentar-komentar tadi. Reviewer abal-abal dan baperan ya saya ini haha. Setelah ini mungkin saya harus lebih banyak nonton film yah biar gak cetek wawasan film saya.

Tags: the professional 2016, download film the professional, download film the profesional, download film indonesia the professional, the professional film indonesia download, download film the professional 2016, download film the professional indonesia, the professional film indonesia, download film the professionals, download film hangout
Review Film The Professionals (2016) | maria teguh | 4.7