Review Lee Cooper Selvage Denim

Sejauh ini saya sudah pakai celana jins Lee Cooper Selvege Denim dan saya jadikan celana kesayangan, sudah jalan 2 bulan mungkin. Baru di-review sekarang. Astaga #janganditiru

Ini adalah selvege denim pertama yang saya miliki. Dry denim ketiga yang saya miliki (2 sebelumnya sudah tidak muat).

Jadi sebenarnya yang betul itu selvage, selvege, selvedge, atau selvadge? Berdasar hasil jalan-jalan saya sih, sama saja. Penyebutannya tergantung, mengikuti penyebutan dari brand masing-masing.

Sebelum akhirnya memutuskan membeli denim ini, saya sudah riset hampir seminggu, bolak-balik ke Department Store, nongkrongin Kaskus, nongkrongin Darahkubiru, nongkrongin marketplace lokal dari Tokopedia sampai The Goods Dept. Setelah memetakan puluhan kandidat, waktu itu ada 4 denim untuk kandidat yang akan saya beli. 1 custom made local brand (A), 1 ready stock dari local brand juga (B), 1 nya punya Pot Meets Pop (C), 1 lagi Lee Cooper ini (D). Kalau boleh jujur, saya lebih kepingin yang B karena bahannya lebih pas di hati saya sebenernya. Warna dasar ungu tua lagi. Zimbabwean denim waktu itu kalo gak salah.

Tapi harganya Rp800.000… Bagi saya yang ndeso ini (yang sehari-hari kalau gak pake rok ya chino, jogger, denim custom brand local yang kisaran hanya Rp150.000-Rp250.000) menurut saya akan menjadi beban berat kalau beli yang harga segitu.

Spesifikasi umum

  • Union Selvage
  • 12.5 oz
  • Warna indigo kali ya, hampir semua selvage warnanya indigo kan ya?
  • Dry stretch denim
  • Size available 27-32
  • (Sepertinya) inseam 31″
  • Slim fit cut
  • Harga: Rp400.000 include ongkir (Retail price Rp799.000)
  • Beli di: @SimpleSideProject

Sebenernya saya mau pesen size 27, tapi menurut Ibu pesan 29 saja, toh kalo kebesaran bisa di-alter, dan kalo kekecilan tidak bisa diapa-apakan. Oke, saya manut.

Ternyata kebesaran. Wkwk.

Saya alter di bagian pinggang saja akhirnya, dikecilkan juga oleh sang Ibu tercinta.

Label, tag, care label, patch

review lee cooper selvage denim (tag)

Kurang lebih itu “pernak-pernik” yang saya dapat (selain plastik pembungkus tentunya) bersamaan dengan pembelian denim ini. Ada profil mengenai Lee Cooper, pengetahuan tentang selvage dan denim itu sendiri, serta spesifikasi dari celana. Ternyata nama article denimnya cantik banget: Farah.

Sukses membuat saya heri (heboh sendiri, -red) dan kegirangan. First time purchase, bro. Maklum… Beli fashion yang branded juga hampir gak pernah.

review lee cooper selvage denim (inner, care label)

Yak sesungguhnya yang ingin saya tunjukkan dari foto diatas adalah fakta kalau celana ini full chainstitch dan selvage nya sampek (((selangkangan))).

review lee cooper selvage denim (leather patch)

Sedikit menyayangkan leather patch yang kesannya terlalu biasa dan produk gagal (karena banyak totol-totol nya noh) ini. But sejauh ini dapat mengemban tugas dengan baik sebagai penahan ikat pinggang.

Button, zip-fly, arcuate, rivet

review lee cooper selvage denim 3 (button, zip)

button & rivet

review lee cooper selvage denim 2 (selvege saku)

Selvage & bahan

review lee cooper selvage denim (union selvedge, chainstitch)

Ya gitu lah ya. Bagus.

Jahitan & desain

Kata Ibu (yang dulunya seorang penjahit), beliau sangat kagum dengan jahitannya yang sangat rapi. Beliau pun membandingkan dengan jahitan celana-celana lain yang saya punya yang katanya seadanya (ya maklum, celana hasil custom). Saya hampir gak pernah beli celana jadi, karena (WARNING: Nyombong):

  1. Hampir semua celana cewek di saya jatohnya ngatung alias kependekan.
  2. Celana jins cewek mulai yang 50k sampe 500k yang di mall-mall itu ketats. Saya old skool nanggung, gak suka ketat (sukanya slim fit) dan gak suka boot-cut juga.
  3. Celana jins cewek hampir semua low rise alias tidak di pinggang, tapi di panggul. Sekalinya nemu yang high-waist, balik ke poin pertama dan kedua 😛
  4. Celana cewek yang saya masih bisa beli di mall-mall adalah celana formal/kantoran gitu. Saya maunya denim kali ini.

Yang paling saya suka dari celana ini adalah saku belakangnya. Bukan di arcuate-nya, lebih ke bentuk sakunya yang melengkung gitu. Biasanya kan saku-saku jeans itu bentuk segi lima. Lihat aja di fit pic dibawah ↓

Fit pic

review lee cooper selvage denim (fit pic)

pemula kak, don’t judge kak, bukan model kak, wkwk

Yang diatas itu fit pic kurang lebih seminggu pemakaian. Versi worn out nya menyusul ya. Beberapa bulan/tahun lagi 😛 doakan semoga sukses fading. Aamiin.


Istilah-istilah yang mungkin tidak dimengerti:

Rivet adalah… itu lho kancing yang mirip paku, biasanya di saku kecil depan.

ini lho rivet itu. jangan dianggap sepele ya, karena ini penting. bisa memperkuat jahitan.

ini lho rivet itu. jangan dianggap sepele ya, karena ini penting. bisa memperkuat jahitan.

Selvage 

Paling gampang kayaknya langsung ke perbandingan yang selvage dengan non selvage kali ya.

perbedaan selvedge dengan non selvedge

Chainstitch adalah jahit rantai. 😆

chainstitch jahit rantai denim

Arcuate adalah motif/pola jahitan di saku. Biasanya brand terkenal pasti punya arcuate yang melegenda. Contohnya: Nudie, Levi’s, apa lagi ya.

berbagai macam arcuate pola saku denim

Saya tahu masih banyak yang lain. Tapi males nulisnya. Atau kalau banyak yang minat, lain kali saya buatkan khusus aja kali ya yang lebih lengkap gitu? #NgomongSamaAngin #KrikKrikKrik

  • Overall...
4.1
Review Lee Cooper Selvage Denim | maria teguh | 4.7