Selamat datang di Brbagi.com Selamat berbelanja~

Kuliner Malam di Tokyo, Lanjut Piknik di Matsuyama

Kali ini mimin akan berbagi catatan perjalanan saat sedikit eksplor Tokyo dan Matsuyama-shi di Perfektur Ehime. Tapi sebelumnya, beberapa tips won’t hurt, right?

Tips jalan-jalan di Jepang

  1. Tidak perlu khawatir kalau ingin jalan-jalan sendiri di Jepang. Kereta bawah tanah dan kereta listrik beroperasi hingga tengah malam. Tak hanya menjangkau Tokyo, tapi juga hingga downtown-nya.
  2. Waktu membayar makanan di restoran, jangan nagasih uang secara langsung ya. Sebisa mungkin letakkan di nampan kecil yang tersedia di meja kasir.
  3. Tidak perlu menghitung kembalian yang diberikan kasir. Terkesan kita tidak percaya pada mereka. Harap maklum, ini karena trust yang ditanamkan masyarakat Jepang termasuk tinggi sebagaimana mereka menghargai waktu.

Kuliner malam unik di Tokyo

Satu hal yang membuat kurang sreg soal Tokyo: gerai perbelanjaan (mall) sudah tutup sekitar pukul 20.00 – 21.00 hiks 🙁 Jadi mau tidak mau, waktu setelah makan malam digunakan untuk menjelajah kafe atau landmark yang masih bisa diakses secara gratis saja.

Shinjuku, Shibuya, Sumi-da, dan Matsuyama-shi di Ehime menjadi pilihan untuk menjelajah malam. Wisata kulinernya recommended banget dicoba!

Cari tempat makan yang murah dan enak mungkin agak susah. Sebab hampir seluruh restoran di Tokyo tidak menggunakan alfabet dalam ejaan Inggris. Karena itu, terpaksa berkali-kali masuk dan menanyakan menu secara manual untuk tahu apa saja yang tersedia.

Okonomiyaki

Okonomiyaki

Oh ya, mencari makanan yang 100% halal juga sama. Berikut ini tipsnya:

  • Hafalkan kata pork dalam bahasa Jepang, yaitu buta niku.
  • Waktu pilih menu, bisa tanya “Sumimasen, buta niku nai?” yang artinya “Permisi, apa ini tidak mengandung babi?” sambil menunjuk menu.

Di Shibuya, ada kedai ramen 24 jam. Penampilannya mirip wartel/warnet, ada bilik-bilik untuk para pembeli. Pemesanannya juga dilakukan dengan vending machine. Gimana lagi, Jepang memang negara vending machine wkwk. Pelayan menerima order lewat tiket yang ditukarkan dengan wadah berbahan logam (besi kah?). Ketika diletakkan di atas sensor, akan terdengar bel yang membuat pelayan muncul di depan bilik kita.

Ini vending machine ramen nya..

Ini vending machine ramen nya..

Selanjutnya, rasanya kurang afdol kalau sudah di Jepang, tapi tidak nyobain takoyaki dan okonomiyaki. Potongan gurita untuk takoyakinya besar-besar dan lebih segar lho daripada yang pernah saya makan di Indonesia.

takoyaki-asli-jepang

takoyakinya nih

Piknik di Matsuyama

Pergilah kami ke kastil Matsuyama di atas bukit. Dari atas terlihat pemandangan Kota Matsuyama yang indah dan (pastinya) teratur.

Setelah itu, kami cuss ke Tobe Zoo. Di kebun binatang ini, ada maskot beruang kutub atau dalam Bahasa Jepangnya shirokuma. Maskot beruang putihnya bernama Peace. Selain itu, terdapat hewan yang susah banget ada di kebun binatang Indonesia: red panda dan penguin yang cute abisssss!

red-panda-tobe-zoo-matsuyama

LUCU NGETS

Quality time, mandi di onsen

Malamnya, saya mengunjungi Dogo Onsen, pemandian air panas tertua di Jepang. Budaya di Jepang adalah mandi air panas yang mengharuskan kita telanjang bulat sebelum masuk ke kolam air panas. :’)

(Untuk yang ini gak perlu foto lah ya 😛 )

Kuliner Malam di Tokyo, Lanjut Piknik di Matsuyama | maria teguh | 4.7
Loading...